ASIA ASIA AMERIKA SERIKAT ASIA ASIA RUSIA Militer dunia INDUSTRI PERTAHANAN
Diberdayakan oleh Blogger.

dailyvideo

KOREA UTARA
ASIA TENGGARAH

SAMO to day

Prajurit PBB yang dituding memperkosa akan dipulangkan

Written By slamet abdillah on Sabtu, 12 Maret 2016 | 06.25

SAMO News : Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi yang menyerukan pemulangan pasukan penjaga perdamaian yang dituding melakukan pelecehan seksual. Resolusi ini adalah yang pertama yang disahkan oleh Dewan Keamanan dalam mengatasi tudingan pelecehan seks yang dilakukan pasukan penjaga perdamaian. Mesir mengambil sikap abstain dalam pemungutan suara, yang menghasilkan persetujuan 14 dari 15 anggota DK. Tahun lalu terdapat 69 tuduhan pemerkosaan anak dan pelanggaran seksual lainnya oleh penjaga perdamaian dalam 10 misi. Jumlah itu meningkat dari 52 kasus pada tahun 2014. Tuduhan itu tertuju pada personil militer, polisi internasional, staf lain, dan relawan. Berdasarkan aturan PBB, penyelidikan dan tuntutan terhadap setiap prajurit yang dituding melakukan pelanggaran pidana saat menjalankan tugas PBB, diserahkan kepada negara masing-masing. Tapi PBB dikecam karena sangat lamban dalam bertindak menangani tudingan-tudingan kejahatan seksual yang dilakukan personilnya. Resolusi ini juga menyerukan agar PBB mengganti kontingen negara yang tidak melakukan penyelidikan dengan seharusnya. Mesir berusaha melakukan perubahan di saat-saat akhir terkait kriteria pemulangan seluruh kontingen, namun Duta Besar AS Samantha Power mengatakan hal itu akan memperlunak resolusi. Perubahan tersebut didukung oleh Angola, Rusia, Cina, Mesir, Venezuela tetapi kurangd ari sembilan suara yang dibutuhkan untuk mendapatkan persetujuan. Sejumlah negara mencemaskan, para prajurit tak bersalah ikut kebagian getahnya jika hukuman kolektif dijatuhkan. Agustus lalu, utusan PBB untuk Republik Afrika Barat, Babacar Gaye, dipecat terkait berbagai tudingan kejahatan seksual oleh para prajurit PBB. Itu terjadi setelah Amnesty International menyebut, seorang gadis 12 tahun diperkosa oleh seorang prajurit penjaga perdamaian PBB. Pasukan PBB berkekuatan 10.000 yang ditempatkan di negeri itu sejak tahun 2004 untuk membantu memulihkan ketertiban, juga dituding terlibat dalam berbagai perkosaaan terhadap anak-anak jalanan. Desember lalu, sebuah panel independen menyebut penyelidikan yang dilakukan PBB untuk kasus-kasus di Republik Afrika Tengah, 'cacat berat,' dan merupakan 'kegagalan internasional luar biasa.' Panel itu menuding sejumlah pejabat tinggim PBB menyalahgunakan kewenangan mereka dengan tidak mengambil tindakan terhadap tuduhan kejahatan seksual yang dilakukan serdadu dari Prancis, Guinea Katulistiwa dan Chad.(BBC)

Militer Sudan Selatan Izinkan Militan Memperkosa Sebagai Bayaran Dalam Melawan Pemberontak

SAMO News : Milisi yang terkait dengan tentara Sudan Selatan diperbolehkan memperkosa perempuan sebagai bayaran mereka dalam melawan kekuatan pemberontak, demikian menurut laporan PBB. Dalam Penyelidik menemukan terdapat 1.300 perempuan yang diperkosa tahun lalu di negara bagian Unity saja. Ditambahkan bahwa pejuang pemerintah menculik anak perempuan dan memperkosa mereka, serta memutilasi warga sipil. Mereka juga menuduh pejuang oposisi melakukan kekerasan hak asasi manusia. Dalam laporan terpisah, Amnesty International mengatakan lebih dari 60 pria dan anak laki-laki kehabisan napas di kontainer kapal akibat aksi pemerintah. Peneliti dari Amnesty International mengatakan bahwa jasad korban yang sesak napas dibuang di lapangan setelah mereka dibunuh Oktober tahun lalu di Leer Town, negara bagian Unity."Puluhan orang mengalami kematian yang pelan dan menyakitkan di tangan pemerintah yang seharusnya melindungi mereka. Pembunuhan yang melanggar hukum ini harus diselidiki," kata Lama Fakih dari Amnesty Seorang perempuan mengatakan menyaksikan anak perempuannya yang berusia 15 tahun diperkosa oleh 10 tentara setelah suaminya dibunuh. Skala dan tipe kekerasan seksual yang dilakukan di Sudan Selatan merupakan kekerasan hak asasi manusia yang paling kejam di dunia, kata Komisioner PBB untuk Hak Asasi Zeid Ra'ad Al Hussein. Ribuan orang dibunuh dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal sejak 2013. Pemerintah Sudan membantah bahwa tentaranya menyasar warga sipil namun mengatakan mereka tengah menyelidiki. "Kami punya aturan main dan kami mengikutinya," kata juru bicara Presiden Salva Kiir, Ateny Wek Ateny, pada program Newsday BBC.(BBC) 0

Perjanjian Keamanan AS-Afghanistan Belum Selesai

Written By slamet abdillah on Selasa, 19 November 2013 | 21.01


Juru bicara Deplu AS Jen Psaki hari Selasa (19/11) mengatakan Amerika dan Afghanistan belum selesai melakukan pembahasan isu-isu dalam perjanjian keamanan kedua negara.
KABUL -- Pemerintah Afghanistan mengatakan Amerika telah sepakat untuk tidak membiarkan pasukannya merazia rumah-rumah warga Afghanistan berdasarkan proposal perjanjian keamanan. Jaminan Amerika itu diungkapkan dalam percakapan telpon antara Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai hari Selasa (19/11), juru bicara Karzai, Emal Faizi, dalam jumpa pers. Tetapi juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki hari Selasa mengatakan walaupun “ada kemajuan” dalam menyelesaikan isu-isu yang masih ada sehubungan dengan perjanjian keamanan itu, tetapi Amerika dan Afghanistan “belum sampai ke pembahasan tersebut.” Razia rumah-rumah warga Afghanistan oleh pasukan Amerika menjadi satu isu perdebatan dalam negosiasi, dan mengancam menggagalkan Perjanjian Keamanan Bilateral. Perjanjian itu akan mengatur kehadiran pasukan Amerika disana setelah sebagian besar pasukan asing meninggalkan Afghanistan tahun depan. Juru bicara Afghanistan itu mengatakan Presiden Obama juga telah setuju menulis surat kepada rakyat Afghanistan yang mengakui berbagai kesalahan yang dibuat dalam “perang melawan teror,” tetapi Psaki tidak bisa mengkonfirmasi apakah “ada atau tidak” rencana korespondensi diplomatik itu.(VOA)

Serangan Al-Shabab Tewaskan 18 Orang di Somalia


Empat orang bersenjata menyerbut sebuah pos polisi di Beledweyne dan melepaskan tembakan. Termasuk yang tewas adalah warga Djibouti.
Sejumlah militan menyerang sebuah pos polisi di Somalia tengah, mengakibatkan 16 orang tewas. Para saksi mengatakan sebuah mobil yang dikendarai para militan tersebut meledak, Selasa, di luar pintu masuk pos polisi di kota Beledweyne. Empat orang bersenjata menyerbu gedung itu dan mulai melepaskan tembakan. Pasukan pro-pemerintah segera mengepung pos itu, dan memicu baku tembak yang berlangsung beberapa jam. Para pejabat mengatakan, semua penyerang serta beberapa polisi dan warga sipil tewas, sementara beberapa lainnya dilaporkan terluka. Kelompok militan Islamis al-Shabab mengaku bertanggungjawab, dan mengatakan mereka membunuh warga Somalia dan Djibouti. Djibouti adalah salah satu negara yang menyumbang tentara ke pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia. Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengutuk serangan itu dan mengatakan, pemerintahnya bertekad menciptakan perdamaian dan kestabilan di Somalia. Al-Shabab mengatakan bulan lalu, kelompok itu mendalangi pemboman di sebuah kafe di kota yang sama yang menewaskan sedikitnya 15 orang.(AP/VOA)

Setelah senjata kimia Suriah musnah,.Israel Serang Pangkalan Militer Suriah

Written By slamet abdillah on Kamis, 31 Oktober 2013 | 21.37

Sasaran serangan Israel kemungkinan adalah rudal Rusia yang dikhawatirkan Israel akan dialihkan ke kelompok militan Hizbullah di Lebanon.
Suriah mengumumkan telah menghancurkan peralatan produksi, pencampuran dan pembuatan senjata kimia, seperti disampaikan oleh pemantau internasional. Pernyataan ini disampaikan sehari sebelum batas waktu yang ditentukan oleh Klik Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW). Juru bicara OPCW mengatakan piranti berbahaya itu ditampung di tempat yang disegel. Para pemantau internasional dikirimkan ke Suriah menyusul adanya tuduhan penggunaan senjata kimia di wilayah yang dihuni masyarakat sipil oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad, tetapi tuduhan itu dibantah pemerintah setempat. Rusia akhirnya mengusulkan masuknya pengawas internasional ke Suriah setelah AS mengancam akan mengirimkan pasukannya ke negara itu. Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad mengatakan kepada wartawan BBC Lyse Doucet, bahwa tidak sulit bagi pemerintah Suriah untuk mematuhi ketentuan tersebut. "Saya berharap mereka yang selalu berpikir negatif kepada kami akan mengubah pikiran mereka dan memahami Suriah dulu, sekarang dan nanti akan selalu menjadi mitra yang konstruktif," kata Mekdad. Kini, setelah peralatan tak bisa lagi digunakan, Suriah memiliki waktu sampai pertengahan 2014 untuk menghancurkan senjata kimia mereka sendiri. Di Washington, pejabat departemen luar negeri Thomas Countryman mengatakan:" Saya semakin yakin bahwa kami dapat menyelesaikan tugas ini... hingga tenggat waktu 30 Juni tahun depan". Suriah diyakini memiliki lebih dari 1.000 ton gas sarin, gas sulfur yang membakar serta bahan-bahan kimia lain yang dilarang, yang disimpan di belasan lokasi terpisah. Dalam perkembangan terpisah, ledakan besar terjadi di pangkalan militer Suriah di Latakia. Para pejabat Amerika mengatakan pesawat-pesawat tempur Israel telah menyerang sebuah pangkalan militer Suriah di dekat kota pelabuhan Latakia. Para pejabat yang berbicara kepada media Amerika hari Kamis dengan syarat tidak disebutkan jatidirinya, mengatakan sasarannya kemungkinan adalah rudal Rusia yang dikhawatirkan Israel akan dialihkan ke kelompok militan Hizbullah di Lebanon. Hizbullah selama ini mendukung pemerintah Suriah dalam perang saudara melawan pemberontak. Para pejabat militer Israel menolak untuk mengomentari laporan serangan itu. Israel dilaporkan telah menyerang sasaran-sasaran di Suriah sedikitnya dua kali tahun ini. (BBC/VOA/AP)

Markas Al-Shabab digempur pasukan Uni Afrika

Pasukan Uni Afrika di Somalia telah menyerang sebuah kamp pelatihan al-Shabab sebagai bagian dari upaya terus menerus untuk melemahkan kelompok militan itu.
Seorang pejabat pasukan Uni Afrika hari Kamis memberitahu VOA bahwa kamp militan itu terletak di wilayah Dinsoor, Somalia selatan. Departemen Pertahanan Kenya mengatakan pasukannya dalam misi Uni Afrika melakukan serangan itu, yang digambarkan sebagai serangan udara yang “memusnahkan sepenuhnya” kamp pelatihan tersebut. Dikatakan lebih 300 anggota baru al-Shabab berada di kamp itu pada saat serangan terjadi dan banyak di antara mereka diyakini telah tewas. Kementerian itu mengatakan sebagian anggota al-Shabab yang menyerang pusat perbelanjaan Nairobi bulan lalu telah menerima pelatihan di kamp ini. Sementara itu Wakil Sekjen PBB Minta Tambahan Pasukan untuk Somalia, Tanpa tambahan tentara, kemajuan yang sudah dicapai dan kerja keras pasukan PBB dan Somalia dalam melawan para ekstremis bisa dipertaruhkan. Jan Eliasson meminta “tambahan signifikan untuk sementara" bagi pasukan di Somalia, dalam menghadapi bangkitnya kembali militan Muslim al-Shabab. Kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (30/10), Eliasson mengatakan kampanye pasukan yang didukung PBB dan Somalia "mandek," sementara al-Shabab terus bergerak dan melatih sejumlah besar apa yang disebut para pemuda yang "frustrasi." Menurut Eliasson, tanpa tambahan tentara, kemajuan yang sudah dicapai dan kerja keras pasukan PBB dan Somalia dalam melawan para ekstremis bisa dipertaruhkan. Al-Shabab sedang berupaya mengubah Somalia menjadi negara Islam yang konservatif. Pasukan PBB dan Somalia tahun lalu berhasil memaksa al-Shabab mundur dari ibukota Mogadishu, sehingga memungkinkan lahirnya pemerintahan baru Somalia. Tetapi militan masih menguasai bagian-bagian lain negara itu. Kehadiran al-Shabab diketahui bulan lalu setelah menyerang pusat perbelanjaan di negara tetangga Kenya, menewaskan sedikitnya 67 orang. Ekstremis itu mengatakan serangan tersebut adalah reaksi atas partisipasi Kenya dalam pasukan PBB di Somalia.(AP/VOA)

Presiden Suriah Peringatkan Turki karena Dukung Pemberontak Suriah

Written By slamet abdillah on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 03.31

Hubungan Turki Suriah pernah dekat, tetapi memburuk karena dukungan Ankara untuk pemberontak Suriah yang berusaha menggulingkan Assad.
Presiden Suriah Bashar al-Assad memperingatkan Turki bahwa negara tetangga itu akan membayar mahal karena mendukung yang disebutnya sebagai ‘teroris’ di Suriah. Dalam wawancara yang diudarakan hari Jumat melalui jaringan televisi Turki, Halk TV, Assad menuduh PM Turki Recep Tayyip Erdogan membiarkan ekstremis dari lebih dari 80 negara melintas perbatasan ke Suriah. Menurut Assad, ini mengakibatkan tewasnya puluhan ribu warga Suriah. Pernyataan itu dikeluarkan setelah parlemen Turki menyetujui perpanjangan mandat untuk mengerahkan tentara Turki ke Suriah, jika perlu. Mandat itu pertama dikeluarkan tahun lalu setelah tembakan mortir Suriah jatuh di Turki menewaskan lima warga Turki. Sementara itu, para analis mengatakan pemberontak Suriah makin banyak disusupi ekstremis Muslim. Bulan lalu, militan terkait al-Qaida merebut kota Azaz, lima kilometer dari perbatasan dengan Turki. Koalisi Pemberontak Suriah Serukan Akhiri Pertikaian Kelompok pemberontak di Suriah Kamis (3/10) menuntut militan terkait al-Qaida dan faksi oposisi yang didukung Barat agar mengakhiri pertempuran. Beberapa kelompok pemberontak yang kuat di Suriah Kamis (3/10) menuntut militan terkait al-Qaida dan faksi oposisi yang didukung Barat agar mengakhiri pertempuran mereka di Suriah utara, dan menyerukan agar kelompok garis keras Islam menarik pasukan mereka dalam waktu dua hari. Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan pihak yang menandatangani permohonan itu termasuk Tentara Islam, Brigade Tauhid dan kelompok Ahrar al-Sham - semuanya berafiliasi dengan aliansi Tentara Pembebasan Suriah yang didukung Barat. Kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaida, Negara Islam Irak dan Levant, bulan lalu merebut kota Azaz, yang terletak sekitar lima kilometer dari perbatasan dengan Turki, dan sejak saat itu telah berulang kali bentrok dengan Brigade Badai Utara Tentara Pembebasan Suriah. Upaya sebelumnya yang dilakukan kelompok-kelompok pemberontak untuk merundingkan gencatan senjata antara kedua belah pihak tidak berhasil. Perpecahan di kalangan pemberontak itu telah menghambat perang melawan pasukan Presiden Bashar al-Assad yang memiliki perlengkapan lebih baik dan terorganisasi dalam konflik berdarah di sana. (AP?VOA)

Berita Photo

 
Support : Creating Website | Sobrie Template | SAMO Template
Copyright © 2011. Berita Militer Internasional - All Rights Reserved
Template Created by SAMO News Website
Proudly powered by Blogger