ASIA ASIA AMERIKA SERIKAT ASIA ASIA RUSIA Militer dunia INDUSTRI PERTAHANAN
Diberdayakan oleh Blogger.

dailyvideo

KOREA UTARA
ASIA TENGGARAH

SAMO to day

Perjanjian Keamanan AS-Afghanistan Belum Selesai

Written By slamet abdillah on Selasa, 19 November 2013 | 21.01


Juru bicara Deplu AS Jen Psaki hari Selasa (19/11) mengatakan Amerika dan Afghanistan belum selesai melakukan pembahasan isu-isu dalam perjanjian keamanan kedua negara.
KABUL -- Pemerintah Afghanistan mengatakan Amerika telah sepakat untuk tidak membiarkan pasukannya merazia rumah-rumah warga Afghanistan berdasarkan proposal perjanjian keamanan. Jaminan Amerika itu diungkapkan dalam percakapan telpon antara Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai hari Selasa (19/11), juru bicara Karzai, Emal Faizi, dalam jumpa pers. Tetapi juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki hari Selasa mengatakan walaupun “ada kemajuan” dalam menyelesaikan isu-isu yang masih ada sehubungan dengan perjanjian keamanan itu, tetapi Amerika dan Afghanistan “belum sampai ke pembahasan tersebut.” Razia rumah-rumah warga Afghanistan oleh pasukan Amerika menjadi satu isu perdebatan dalam negosiasi, dan mengancam menggagalkan Perjanjian Keamanan Bilateral. Perjanjian itu akan mengatur kehadiran pasukan Amerika disana setelah sebagian besar pasukan asing meninggalkan Afghanistan tahun depan. Juru bicara Afghanistan itu mengatakan Presiden Obama juga telah setuju menulis surat kepada rakyat Afghanistan yang mengakui berbagai kesalahan yang dibuat dalam “perang melawan teror,” tetapi Psaki tidak bisa mengkonfirmasi apakah “ada atau tidak” rencana korespondensi diplomatik itu.(VOA)

Serangan Al-Shabab Tewaskan 18 Orang di Somalia


Empat orang bersenjata menyerbut sebuah pos polisi di Beledweyne dan melepaskan tembakan. Termasuk yang tewas adalah warga Djibouti.
Sejumlah militan menyerang sebuah pos polisi di Somalia tengah, mengakibatkan 16 orang tewas. Para saksi mengatakan sebuah mobil yang dikendarai para militan tersebut meledak, Selasa, di luar pintu masuk pos polisi di kota Beledweyne. Empat orang bersenjata menyerbu gedung itu dan mulai melepaskan tembakan. Pasukan pro-pemerintah segera mengepung pos itu, dan memicu baku tembak yang berlangsung beberapa jam. Para pejabat mengatakan, semua penyerang serta beberapa polisi dan warga sipil tewas, sementara beberapa lainnya dilaporkan terluka. Kelompok militan Islamis al-Shabab mengaku bertanggungjawab, dan mengatakan mereka membunuh warga Somalia dan Djibouti. Djibouti adalah salah satu negara yang menyumbang tentara ke pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia. Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengutuk serangan itu dan mengatakan, pemerintahnya bertekad menciptakan perdamaian dan kestabilan di Somalia. Al-Shabab mengatakan bulan lalu, kelompok itu mendalangi pemboman di sebuah kafe di kota yang sama yang menewaskan sedikitnya 15 orang.(AP/VOA)

Setelah senjata kimia Suriah musnah,.Israel Serang Pangkalan Militer Suriah

Written By slamet abdillah on Kamis, 31 Oktober 2013 | 21.37

Sasaran serangan Israel kemungkinan adalah rudal Rusia yang dikhawatirkan Israel akan dialihkan ke kelompok militan Hizbullah di Lebanon.
Suriah mengumumkan telah menghancurkan peralatan produksi, pencampuran dan pembuatan senjata kimia, seperti disampaikan oleh pemantau internasional. Pernyataan ini disampaikan sehari sebelum batas waktu yang ditentukan oleh Klik Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW). Juru bicara OPCW mengatakan piranti berbahaya itu ditampung di tempat yang disegel. Para pemantau internasional dikirimkan ke Suriah menyusul adanya tuduhan penggunaan senjata kimia di wilayah yang dihuni masyarakat sipil oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad, tetapi tuduhan itu dibantah pemerintah setempat. Rusia akhirnya mengusulkan masuknya pengawas internasional ke Suriah setelah AS mengancam akan mengirimkan pasukannya ke negara itu. Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad mengatakan kepada wartawan BBC Lyse Doucet, bahwa tidak sulit bagi pemerintah Suriah untuk mematuhi ketentuan tersebut. "Saya berharap mereka yang selalu berpikir negatif kepada kami akan mengubah pikiran mereka dan memahami Suriah dulu, sekarang dan nanti akan selalu menjadi mitra yang konstruktif," kata Mekdad. Kini, setelah peralatan tak bisa lagi digunakan, Suriah memiliki waktu sampai pertengahan 2014 untuk menghancurkan senjata kimia mereka sendiri. Di Washington, pejabat departemen luar negeri Thomas Countryman mengatakan:" Saya semakin yakin bahwa kami dapat menyelesaikan tugas ini... hingga tenggat waktu 30 Juni tahun depan". Suriah diyakini memiliki lebih dari 1.000 ton gas sarin, gas sulfur yang membakar serta bahan-bahan kimia lain yang dilarang, yang disimpan di belasan lokasi terpisah. Dalam perkembangan terpisah, ledakan besar terjadi di pangkalan militer Suriah di Latakia. Para pejabat Amerika mengatakan pesawat-pesawat tempur Israel telah menyerang sebuah pangkalan militer Suriah di dekat kota pelabuhan Latakia. Para pejabat yang berbicara kepada media Amerika hari Kamis dengan syarat tidak disebutkan jatidirinya, mengatakan sasarannya kemungkinan adalah rudal Rusia yang dikhawatirkan Israel akan dialihkan ke kelompok militan Hizbullah di Lebanon. Hizbullah selama ini mendukung pemerintah Suriah dalam perang saudara melawan pemberontak. Para pejabat militer Israel menolak untuk mengomentari laporan serangan itu. Israel dilaporkan telah menyerang sasaran-sasaran di Suriah sedikitnya dua kali tahun ini. (BBC/VOA/AP)

Markas Al-Shabab digempur pasukan Uni Afrika

Pasukan Uni Afrika di Somalia telah menyerang sebuah kamp pelatihan al-Shabab sebagai bagian dari upaya terus menerus untuk melemahkan kelompok militan itu.
Seorang pejabat pasukan Uni Afrika hari Kamis memberitahu VOA bahwa kamp militan itu terletak di wilayah Dinsoor, Somalia selatan. Departemen Pertahanan Kenya mengatakan pasukannya dalam misi Uni Afrika melakukan serangan itu, yang digambarkan sebagai serangan udara yang “memusnahkan sepenuhnya” kamp pelatihan tersebut. Dikatakan lebih 300 anggota baru al-Shabab berada di kamp itu pada saat serangan terjadi dan banyak di antara mereka diyakini telah tewas. Kementerian itu mengatakan sebagian anggota al-Shabab yang menyerang pusat perbelanjaan Nairobi bulan lalu telah menerima pelatihan di kamp ini. Sementara itu Wakil Sekjen PBB Minta Tambahan Pasukan untuk Somalia, Tanpa tambahan tentara, kemajuan yang sudah dicapai dan kerja keras pasukan PBB dan Somalia dalam melawan para ekstremis bisa dipertaruhkan. Jan Eliasson meminta “tambahan signifikan untuk sementara" bagi pasukan di Somalia, dalam menghadapi bangkitnya kembali militan Muslim al-Shabab. Kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (30/10), Eliasson mengatakan kampanye pasukan yang didukung PBB dan Somalia "mandek," sementara al-Shabab terus bergerak dan melatih sejumlah besar apa yang disebut para pemuda yang "frustrasi." Menurut Eliasson, tanpa tambahan tentara, kemajuan yang sudah dicapai dan kerja keras pasukan PBB dan Somalia dalam melawan para ekstremis bisa dipertaruhkan. Al-Shabab sedang berupaya mengubah Somalia menjadi negara Islam yang konservatif. Pasukan PBB dan Somalia tahun lalu berhasil memaksa al-Shabab mundur dari ibukota Mogadishu, sehingga memungkinkan lahirnya pemerintahan baru Somalia. Tetapi militan masih menguasai bagian-bagian lain negara itu. Kehadiran al-Shabab diketahui bulan lalu setelah menyerang pusat perbelanjaan di negara tetangga Kenya, menewaskan sedikitnya 67 orang. Ekstremis itu mengatakan serangan tersebut adalah reaksi atas partisipasi Kenya dalam pasukan PBB di Somalia.(AP/VOA)

Presiden Suriah Peringatkan Turki karena Dukung Pemberontak Suriah

Written By slamet abdillah on Sabtu, 05 Oktober 2013 | 03.31

Hubungan Turki Suriah pernah dekat, tetapi memburuk karena dukungan Ankara untuk pemberontak Suriah yang berusaha menggulingkan Assad.
Presiden Suriah Bashar al-Assad memperingatkan Turki bahwa negara tetangga itu akan membayar mahal karena mendukung yang disebutnya sebagai ‘teroris’ di Suriah. Dalam wawancara yang diudarakan hari Jumat melalui jaringan televisi Turki, Halk TV, Assad menuduh PM Turki Recep Tayyip Erdogan membiarkan ekstremis dari lebih dari 80 negara melintas perbatasan ke Suriah. Menurut Assad, ini mengakibatkan tewasnya puluhan ribu warga Suriah. Pernyataan itu dikeluarkan setelah parlemen Turki menyetujui perpanjangan mandat untuk mengerahkan tentara Turki ke Suriah, jika perlu. Mandat itu pertama dikeluarkan tahun lalu setelah tembakan mortir Suriah jatuh di Turki menewaskan lima warga Turki. Sementara itu, para analis mengatakan pemberontak Suriah makin banyak disusupi ekstremis Muslim. Bulan lalu, militan terkait al-Qaida merebut kota Azaz, lima kilometer dari perbatasan dengan Turki. Koalisi Pemberontak Suriah Serukan Akhiri Pertikaian Kelompok pemberontak di Suriah Kamis (3/10) menuntut militan terkait al-Qaida dan faksi oposisi yang didukung Barat agar mengakhiri pertempuran. Beberapa kelompok pemberontak yang kuat di Suriah Kamis (3/10) menuntut militan terkait al-Qaida dan faksi oposisi yang didukung Barat agar mengakhiri pertempuran mereka di Suriah utara, dan menyerukan agar kelompok garis keras Islam menarik pasukan mereka dalam waktu dua hari. Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan pihak yang menandatangani permohonan itu termasuk Tentara Islam, Brigade Tauhid dan kelompok Ahrar al-Sham - semuanya berafiliasi dengan aliansi Tentara Pembebasan Suriah yang didukung Barat. Kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaida, Negara Islam Irak dan Levant, bulan lalu merebut kota Azaz, yang terletak sekitar lima kilometer dari perbatasan dengan Turki, dan sejak saat itu telah berulang kali bentrok dengan Brigade Badai Utara Tentara Pembebasan Suriah. Upaya sebelumnya yang dilakukan kelompok-kelompok pemberontak untuk merundingkan gencatan senjata antara kedua belah pihak tidak berhasil. Perpecahan di kalangan pemberontak itu telah menghambat perang melawan pasukan Presiden Bashar al-Assad yang memiliki perlengkapan lebih baik dan terorganisasi dalam konflik berdarah di sana. (AP?VOA)

Militan Somalia diserang pasukan tak dikenal

Pasukan asing tak dikenal telah melancarkan serangan dari laut, terhadap markas militan di bagian selatan Barawe Somalia pada malam hari, seperti disampaikan sebuah laporan.
Seorang juru bicara kelompok militan Islam al-Shabab kepada kantor berita Reuters mengatakan, seorang pejuang telah tewas dalam serangan tersebut.Laporan mengutip penduduk yang berada di kota yang dikuasai militer, mengatakan warga dibangunkan oleh suara tembakan sebelum subuh. Al-Shabab mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan di pusat perbelanjaan di Kenya. Setidaknya 67 orang tewas setelah militan menyerang Westgate mall di ibukota Nairobi pada 21 September lalu. Pasukan khusus AS dan Prancis telah melancarkan serangan di pesisir dengan sasaran di Somalia, dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut situs berita berbahasa Somalia, Midnimo, dua helikopter terlihat dalam serangan tersebut. "Orang asing di kapal menyerang markas kami di pantai Barawe dan satu orang dari kelompok kami tewas," jelas Sheikh Abdiasis Abu Musab, yang disebutkan sebagai juru bicara untuk operasi militer al-Shabab kepada kantor berita Reuters, melalui telepon. Anggota al-Shabab yang lain, bernama Abu Mohamed, mengatakan kepada AP bahwa tentara 'asing' telah menyerang sebuah rumah di Barawe. Dia menambahkan militan berupaya untuk menangkap seorang tentara asing tetapi tidak berhasil. Angkatan laut negara barat melakukan patroli untuk memberantas bajak laut di lautan Somali. Pada 2009 lalu, angkatan laut yang dipimpin AS melakukan serangan dan membunuh pemimpin Al-Qaeda kelahiran Kenya Saleh Ali Saleh Nabhan, dalam serangan siang hari di Barawe. Washington juga menggunakan pesawat tanpa awak di Somalia untuk mendukung pemerintahan dan pasukan Uni Afrika dalam memberantas al-Shabab. Prancis melakukan serangan untuk membebaskan agen intelejennya pada Januari lalu, tetapi tidak berhasil. Dua orang komandan Prancis tewas dan al-Shabab mengakui telah membunuh agen tersebut.(BBC/VOA/AP)

Korea Utara akan Teruskan Kebijakan Nuklir

Badan pertahanan tertinggi Korea Utara mengecam presiden Korea Selatan Park Geun-hye, dan mengatakan Pyongyang akan terus menjalankan kebijakannya mengenai senjata nuklir.
Pyongyang, SAMO News -- Badan militer tertinggi Korea Utara mengecam Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, dan mengatakan Pyongyang akan melanjutkan kebijakan senjata nuklirnya. Park pekan ini mengatakan, upaya Pyongyang mengembangkan senjata nuklir dan menggalakkan perekonomiannya tidak akan berhasil. Jurubicara Pyongyang mengatakan, program nuklirnya merupakan penangkal penting untuk mencegah serangan nuklir. Hari Rabu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Kwan-jin menandatangani perjanjian untuk membangun penangkal yang lebih kuat terhadap ancaman senjata nuklir Korea Utara. Hagel mengatakan, perjanjian itu menggarisbawahi keprihatinan mengenai program nuklir dan balistik, kegiatan proliferasi, dan senjata kimia Korea Utara. Sementara itu dari Seoul dilaporkan bahwa Korea selatan pada hari selasa (1/10) mengadakan parede militer yang terbesar dalam satu dekade ini. Presiden Park Geun-hye mengatakan Korea Selatan tidak punya pilihan selain membangun suatu pertahanan yang kuat hingga Korea Utara melucuti senjata nuklirnya serta membuat pilihan yang tepat bagi rakyatnya dan perdamaian di semenanjung Korea. Lebih dari 11.000 tentara dan 120 pesawat ambil bagian dalam upacara Hari Angkatan Bersenjata di sebuah pangkalan militer di selatan ibukota. Pawai kemudian diulang di pusat kota Seoul. Pada pawai itu, Hyunmu-3, sebuah misil jelajah buatan dalam negeri dengan jangkauan 1.000 kilometer, dipamerkan untuk pertama kalinya. Rudal ini pertama kali diungkapkan setelah uji coba nuklir ketiga Korea Utara pada bulan Februari. Uji coba nuklir itu memicu ketegangan yang meningkat secara drastis, di mana Utara setiap hari mengeluarkan ancaman perang nuklir melawan Washington dan Seoul. Hubungan antara kedua Korea hanya baru-baru ini mulai pulih kembali. Di antara mereka yang hadir di parade hari Selasa (1/10) adalah Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, yang sedang melakukan kunjungan empat hari ke Korea Selatan untuk menunjukkan aliansi pertahanan Washington dengan Seoul.

Berita Photo

 
Support : Creating Website | Sobrie Template | SAMO Template
Copyright © 2011. Berita Militer Internasional - All Rights Reserved
Template Created by SAMO News Website
Proudly powered by Blogger